
Tikus dan hewan pengerat sejenisnya dikenal suka menggigit berbagai benda, termasuk kabel. Gigi mereka terus tumbuh sehingga mereka cenderung menggerogoti benda untuk mengasahnya. Kabel di plafon, dinding, atau di bawah lantai menjadi sasaran yang mudah. Kabel yang pembungkusnya rusak bisa menimbulkan korsleting, dan dalam keadaan tertentu berisiko menyebabkan kebakaran.
Mengapa kabel menjadi sasaran
Tidak ada alasan tunggal. Kabel sering membentang di tempat yang tersembunyi dan hangat, seperti di atas plafon, dan hewan pengerat memakai jalur itu untuk berpindah. Bahan pembungkus yang empuk dibanding logam juga mudah digigit. Beberapa sumber menyebut bahwa sebagian hewan mengerat karena kebutuhan mengasah gigi, bukan karena tertarik pada listrik. Apa pun alasannya, hasilnya sama: pembungkus kabel rusak.
Tanda kabel digigit
Tanda yang paling jelas adalah pembungkus kabel yang tampak tergores atau berlubang, dengan logam yang terlihat. Pada kabel di plafon, perhatikan serpihan plastik kecil di bawahnya. Tanda lain berupa lampu yang berkedip, pengaman listrik yang turun tanpa sebab yang jelas, atau stop kontak yang tiba-tiba mati.
Tanda tidak langsung antara lain suara berlarian di atas plafon, kotoran di sudut loteng, atau bau khas. Jika Anda melihat tanda hewan pengerat, ada baiknya memeriksa kabel di sekitarnya sekalian.
Kerusakan di bagian dalam dinding sulit dilihat. Karena itu, bila ada gangguan listrik yang berulang dan tidak ada penjelasan lain, teknisi dapat memeriksa jalurnya.
Mengapa berbahaya
Pembungkus kabel berfungsi mencegah dua kabel bersentuhan dan mencegah logam menyentuh benda di sekitarnya. Bila pembungkus rusak dan dua logam dari kabel yang berdekatan bersentuhan, terjadi korsleting yang menimbulkan percikan dan panas. Bahan mudah terbakar di sekitarnya, seperti debu, kayu, atau sisa kertas di loteng, bisa terbakar. Selain itu, logam yang terbuka dapat menyengat orang yang menyentuhnya.
Cara mencegahnya
Langkah pertama adalah menutup jalur masuk. Periksa lubang pada dinding, celah di sekitar pipa, ventilasi tanpa kasa, dan celah di bawah pintu. Tutup dengan bahan yang tidak bisa digerogoti, seperti kawat kasa atau semen, sesuai tempatnya. Rapatkan juga celah di tempat kabel menembus dinding.
Langkah kedua adalah menjaga kebersihan. Hewan pengerat tertarik pada sisa makanan. Simpan makanan dalam wadah tertutup, buang sampah dengan rutin, dan jangan menumpuk barang bekas di loteng atau gudang.
Langkah ketiga adalah melindungi kabel. Pada jalur yang rawan, kabel dapat dimasukkan ke dalam pipa pelindung yang keras. Pipa tidak sepenuhnya kebal, tetapi menyulitkan hewan mencapai kabel. Gunakan pipa yang sesuai dan pasang oleh teknisi yang memahami aturan instalasi.
Langkah keempat adalah memilih kabel yang pembungkusnya kuat dan memenuhi standar, terutama untuk jalur yang tidak mudah diperiksa. Pembungkus yang lebih tebal dan kuat memberi perlindungan tambahan, meski tidak membuat kabel kebal terhadap gigitan.
Langkah kelima adalah mengendalikan hewan pengerat itu sendiri, dengan cara yang aman bagi penghuni rumah. Perangkap, atau layanan pengendali hama, bisa menjadi pilihan. Berhati-hatilah dengan racun, terutama bila ada anak atau hewan peliharaan.
Jika kabel sudah digigit
Jika Anda menemukan kabel yang pembungkusnya rusak, matikan listrik jalur itu terlebih dahulu. Jangan membalut dengan lakban dan menganggapnya aman, terutama pada kabel yang tertanam. Bagian kabel yang rusak sebaiknya diganti atau disambung dengan cara yang benar oleh teknisi. Sekaligus periksa apakah ada kerusakan lain di sepanjang jalur itu.
Pemeriksaan berkala
Jadwalkan pemeriksaan sesekali, terutama di loteng, gudang, dan ruang di bawah lantai. Lihat kondisi kabel yang tampak, cari tanda kotoran atau sarang, dan periksa jalur masuk. Pemeriksaan sederhana ini jauh lebih murah daripada memperbaiki kerusakan setelah terjadi.
Perhatikan juga kabel di kendaraan dan gudang
Hewan pengerat tidak hanya ada di rumah. Kabel di gudang, garasi, dan ruang penyimpanan juga bisa menjadi sasaran, terutama bila tempat itu jarang dibuka dan banyak barang tertumpuk. Pada kendaraan yang lama diparkir, kabel di bagian mesin juga dilaporkan sering rusak oleh hewan pengerat. Biasakan memeriksa tempat-tempat tersebut secara berkala. Menjaga ruang tetap bersih dan tertata membuat sarang lebih sulit terbentuk dan tanda gigitan lebih mudah terlihat sebelum menjadi gangguan.
Jika Anda tinggal di daerah yang banyak sawah, selokan, atau tumpukan sampah di sekitar rumah, risiko kedatangan hewan pengerat bisa lebih tinggi, sehingga pemeriksaan sebaiknya lebih sering dilakukan.
Kesimpulan
Gigitan hewan pengerat dapat merusak pembungkus kabel dan menimbulkan korsleting. Cegah dengan menutup jalur masuk, menjaga kebersihan, melindungi kabel, dan memeriksa secara berkala.
Kitani, produksi PT Sutanto ArifChandra Elektronik, menyediakan kabel listrik yang dapat dipertimbangkan untuk penggantian. Informasi lengkap tersedia di https://kitani.co.id/.